Jika kelak kamu gagal menyembuhkan hati, jiwa dan pikiranmu. Maka menyerahlah. Kematian lebih baik dari pada tak seorang pun yang mau menolong dirimu. Kita hidup seolah tak saling mengenal. Padahal kita hidup di tanah, desa, kota, dan negara yang sama. Kita semua bagaikan orang asing.
Rabu, 20 Juli 2016
DUNIA KITA KEDAP SUARA, YA?
yang lebih jauh dari kita adalah dekat.
kedekatan yang asing.
kejauhan yang bising.
dan ujung langit menyentuh mata kita yang sendu.
tak ada teman di sana.
tak ada siapasiapa.
omong kosong merambat sebagai malam.
menidurkan hati yang sekarat.
membawa mimpi masuk ke luka yang berkarat.
dan saat mata memandang kanan dan kiri.
keliling dunia adalah kehampaan.
kita berdiri.
mematung.
tak kuasa menahan tangis.
untuk apa segala sakit ini dipertahankan demi
hidup yang kedap suara?
kita menyeka air mata.
berjalan lagi.
mengisi jantung dengan tanah yang berminyak.
dan berdoa untuk sedetik masa depan.
dan apa yang tak terlihat,
keputusasaan yang tak lagi tahu di mana akhirnya.
**
apakau kau temanku?
apakah kau adikku?
apakah kau orang tuaku?
ataukah kekasihku dan
mungkin khayalanku?
ah, kalian tak pernah ada di
saat aku terjatuh dan sakit.
kalian hanya bayang-bayang
yang menyengat di tembok lalu
lenyap saat cahaya meredup
dan semua tinggal kotoran yang
membeku dingin
berdebu.
**
hai, aku di sini.
kau, kemarilah. datanglah.
ada apa?
kenapa diam saja?
bicaralah.
aku di sini.
apa kau masih tak melihatku?
hai, halo.
aku di sini. di sini.
kenapa matamu jatuh ke sana?
aku di depanmu.
tidakkah kau melihatnya?
dan bibirmu bergerak-gerak
semakin jauh.
menjauhiku.
suaramu tak terdengar lagi.
aku di depanmu.
tepat.
tak jauh.
hai. aku di sini.
apa aku tak terlihat bagimu?
hai. halo. hai. hai.
kau malah pergi.
meninggalkanku begitu saja.
terus seperti itu.
selalu.
tak berubah.
**
berteriaklah minta tolong,
yang datang hanya gema kesunyian.
dan ketika matamu akhirnya sedikit berembun.
tertawalah. selalu.
kutuki dirimu sendiri dengan sedikit kegilaan.
**
dunia kita kedap suara, ya?
benarkah?
iya.
kemarin aku menjerit dan bunuh diri.
tak ada yang mendengarku.
hebat bukan?
iya. memang hebat!
dan seandainya kamu berteriak-teriak
pun tak akan ada yang menggubrismu.
semua orang sudah tak lagi bertelinga.
hati mereka sudah dimakamkan beramai-ramai.
yakinlah, jikalau kau meloncat dari atas gedung
lantai 79 yang di bawahnya ramai dengan
orang dan orang, mereka tak akan melihatmu.
kau bisa mengeraskan suaramu dengan pengeras
suara hingga mencapai jarak 500 mil.
dan kau pun tergeletak sendirian.
orang-orang mungkin sedikit menoleh kepadamu.
lalu berjalan lagi.
dan benarkan,
dunia kita kedap suara, ya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar