Tuhan menguap. pada akhirnya ia pun terbangun.
kepalanya terasa berat. pusing. kilasan mimpi terngiang di kepalanya.
ia pun memanggil Gabriel.
hai Gabriel, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu.
aku berubah pikiran. aku ingin kau memindahkan semua penghuni surga ke neraka paling dalam tanpa harus bertanya mengapa. pindahkan mereka semua tanpa pilih-pilih.
apa maksud Engkau, wahai yang menciptakan segalanya?
bahkan para nabi dan orang bijak yang telah kau sayangi dan janjikan?
sekarang?
iya. mereka semua.
masukkan mereka semua ke nerakaku.
sekarang!
tapi, tidakkah itu melanggar janji yang telah Engkau buat? kepala Gabriel menunduk sebagai tanda bahwa ia lebih rendah dari diriNya dan sedang menunggu penjelasan.
mereka semua hanya mencintai surgaku. hanya itu yang mereka inginkan. merendahkan diri. bergerombol seperti domba yang memuakkan. tidakkah selama ini aku telah menciptakan apa yang telah menyakiti diriku sendiri? dan aku ingin tahu, apakah ketika surga tidak ada lagi setelah mereka mati dan merasa berbuat baik di dunia, masihkah mereka mencintaiku? memujaku atau sedikit mencoba mengerti diriku ini?
akan aku hapus surga mulai sekarang. biarlah hanya neraka yang masih ada untuk mereka semua. dan jangan bantah aku lagi seperti saat aku menciptakan Adam beberapa waktu yang lalu. tidakkah kau mengerti Gabriel? aku menciptakan dirimu, manusia, iblis, dan semua makhluk di dunia ini, apakah kau tahu alasannya?
Gabriel menggeleng. tidak Tuhanku. tidak.
ah, kau tak perlu mengetahuinya saat ini. tugasmu hanyalah mematuhi apa yang aku perintahkan padamu. dan lihatlah, surga hanya membuat diriku semakin ditinggalkan dan tak dimengerti bukan?
Gabriel diam mematung. di dalam hatinya, ada gejolak hebat yang tidak ia mengerti.
apakah kau tidak setuju denganku wahai malaikatku yang paling setia dan aku cintai?
tidak Tuhanku. tidak. tapi, di mana aku akan tinggal jika nanti Engkau hapus surga yang jadi tempatku bernaung?
itu mudah Gabriel, itu mudah. jangan cemaskan hal semacam itu.
baiklah, sudah cukup percakapan kita hari ini. masukkan semua makhluk yang kini berada di dalam surga ke dalam nerakaku sekarang juga. dan jangan terlalu banyak bertanya dan berpikir. oh ya, jika mereka nanti bertanya kepadamu mengenai alasan kenapa aku memindahkan mereka ke nerakaku. jawablah, aku tak tahu. aku hanya diperintahkan untuk hal ini. hanya Dialah yang tahu semua yang ada di alam semesta ini. pergilah.
tapi.. tapi Tuhanku ..
apa lagi yang ingin kau tegaskan?
Muhamad. apakah Muhamad kekasihmu akan juga Engkau masukkan ke dalam nerakaMu? beserta para nabi lainnya?
ya, masukkan Muhamad dan seluruh pengikutnya ke dalam nerakaku yang paling dalam dari yang terdalam beserta Yesus dan seluruh pengikutnya. begitu juga Moses, Solomon, Abraham, dan seluruh nabi dan umat yang mengikuti mereka. jangan sisakan satu pun makhluk hidup di dalam surgaku. ingat itu Gabriel. jangan sisakan satu pun. camkan itu. kau tahu apa akibatnya jika kau melawan dan tak menaati apa yang kali ini aku perintahkan kepadamu bukan?
Gabriel mengangguk.
sebelum kau pergi, kabarkan kepada seluruh penghuni surga dan semua yang ada di duniaku. bahwa aku telah mengubah apa yang selama ini aku janjikan dan jadikan hukum. sekarang, ingatlah ini Gaberiel, semua orang yang berbuat baik dan semua makhluk yang berbelas kasihan, mereka semua akan menghuni nerakaku yang paling dalam. dan berikanlah kabar pada mereka, semua makhluk, bahwa aku akan mengirimkan seorang nabi baru untuk memutuskan apa yang telah lama aku tangguhkan mengenai nabi terakhir dan datangnya hari akhir.
Gabriel melangkah pergi. dan sebelum sempat melangkah jauh, ia kembali dipanggil.
panggilkan Michael untukKu.
baik Tuhanku.
pergilah.






