apakah kelak manusia akan bernasib sama dengan kita, heh? tanya Mephistopheles menyelidik.
mungkin, jawab singkat Lucifer. mengangkat bahu.
sial, aku bosan hidup di dunia keparat ini! ucap Samael dengan nada geram.
Samael! bentak Lilith.
ini semua salahmu Lucifer! kenapa kau harus berlagak sombong menentangnya! tuduh Astarot sambil mendengus. sebelum Lilith sempat menggerakkan mulutnya, Astarot berkata, apa kau mau terus-menerus membela dia yang berlagak sombong dan ingin mengusai semuanya, gadis tua yang manja?
Lilith terdiam. Lucifer mengawasi. lalu menoleh kepada Samael. Samael pun terdiam dan menunduk.
keabadian ini semakin menggerogoti kewarasanku. apakah ada manusia yang layak aku mainkan, hai Mephisto? tanya Amy dengan wajah penasaran.
yah, tak banyak orang bodoh semacam itu di bumi sana. tapi apa kau yakin mau bermain-main dan menemani makhluk paling egois dan tolol melebihi kita itu, heh? bahkan aku pun sangat geram dengan si bangsat Faust itu! itu kenangan terburukku di bumi!
kenapa kita tak menjebak saja Michael dan membunuhnya di sini? si keparat itulah yang membuat kita menjadi seperti ini! ujar Leviathan yang terlihat gusar sambil menimbang-nimbang. dia memiliki dendam yang tak pernah padam dengan malaikat itu.
apa yang sebenarnya kalian ributkan, heh? menghela nafas. kita di sini bertemu bukan untuk urusan sepela macam ini bukan? tanya Agares pelan sambil melirik Lucifer yang sorot matanya tajam mengawasi ke segala sudut.
seluruh bekas 'malaikat jatuh' berkumpul di sini dan ingin sekali menyuarakan pendapatnya. tapi sebelum sempat giliran mereka mengungkapkan pikiran-pikirannya, Lucifer berdiri dari tempat duduknya. dan semua yang hadir pun mendadak diam. dan sekilas, tak ada lagi yang berani mencoba membuka mulutnya.
aku sangat bosan dengan manusia. dan aku bosan dengan kehidupan seperti ini. apa kalian juga tak merasakan kebosanan yang sama dengan diriku? dan keabadian yang kita miliki ini, ternyata adalah anugrah paling terkutuk yang pernah kita miliki! setelah sekian lamanya aku pun sadar, menjadi dirinya pun akan sangat menyedihkannya. benar-benar menyedihkan. beberapa waktu yang lalu aku sempat berpikir dan mulai mencari cara agar kita semua keluar dari dunia yang mengerikan ini. apakah tidak sebaiknya kita berharap dia lebih baik mati?
seluruh yang hadir pun bergemuruh. berbisik-bisik. dan tampak kegelisahan yang begitu kuat di wajah mereka.
tapi, apakah ... sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya, Amdusias menelan kembali semua yang ingin ia katakan ketika melihat mata Lucifer berkilat-kilat.
yah, jujur, aku juga sudah merasa tak nyaman dan kalian bisa bilang, depresi, berada di dunia semacam ini dan selalu berurusan dengan manusia, manusia, dan manusia. apa yang bisa kita perbuat dengan manusia? kita sudah memecah belahnya. membumihanguskanya. melukainya. merayu mereka mengikuti kita. bahkan mengutuk dan benci terhadap diriNya! kita sudah lihat banyak darah di antara mereka. kita sudah berada di tengah-tengah mereka selama berabad-abad dalam berbagai macam perang, teror, kekejian, kecurangan dan kelicikan bukan? tapi apa yang kita dapat! kita masih di sini dan terus di sini! bahkan aku mulai iri dengan para manusia busuk itu yang bisa mati dengan seenaknya! sebenarnya untuk apa kita diciptakan hai Lucifer, kau yang pernah di dekatnya dan menjadi yang paling Dia sayangi bukan? Dan seandainya kau bisa membunuhku sekarang juga di sini, aku akan sangat senang dan berterimakasih kepadamu wahai raja para iblis!
suara serak dan berat Balam menggema ke seluruh sudut. suasana mendadak sunyi. sikap lancang seperti itu biasanya akan diberi hukuman yang paling kejam dan mengerikan sebagai sebentuk ketidakpatuhan dan sikap memberontak. namun semenjak Samael mengeluh dan tak puas dengan kehidupannya, ia mendiamkan saja semua yang dikatakan oleh mereka. karena ia pada dasarnya sangat tahu apa yang dirasakan oleh mereka yang hadir di sini. ia pun sudah mulai lelah dengan peperangan yang tak kunjung tuntas dengan para malaikat. ia juga sudah mulai bosan terus-menerus mencoba menguasai manusia yang tak pernah habis dan lenyap itu. dan ia sendiri lebih sering berpikir, apagunanya semua yang aku lakukan ini? karena itulah, ia mendiamkan Balam dan malah membenarkan apa yang dikatakanya.
apakah mungkin jalan terbaik bagi kita adalah dengan membunuhnya? dan mengajak sebanyak mungkin manusia dan mencoba mempengaruhi para malaikat dengan pikiran-pikiran kita. dan itu sangat jelas, tanpa keberadaannya di seluruh alam semesta ini, kita tak akan berarti apa-apa. kita akan juga lenyap mengikuti kelenyapan dirinya. Yah, sangat disayangkan memang. keberadaan kita selama ini, dan inilah yang paling memalukan, karena sekuat dan secerdas apapun kita, keberadaan kita semua bergantung padanya. ini berarti, sebelum dia mati, kita akan terus dalam keadaan seperti ini.
entah kenapa, akhir-akhir Lucifer lebih terkesan bijak, lembut dan tak sekejam seperti biasanya. mungkin ia mulai berubah. umur yang panjang bisa membuat siapa saja berubah dan menjadi rentan.
apakah kalian merasa keberatan dengan penawaranku? ujar Lucifer, bermaksud menegaskan.
semuanya diam. banyak yang tak sepakat dengan tindakan itu. selama ini, tak satu pun yang pernah bermaksud untuk membunuh tuhan yang tak akan mampu bisa dibunuh oleh semua makhluk yang ada. mereka selama ini hanya ingin sedikit meniru kekuasaannya. hanya sekedar itu. karena mereka sadarbahwa mereka tak akan mampu melampaui apa yang selama ini ia ciptakan dan hancurkan. dan berusaha membunuh tuhan hanyalah tindakan tolol dan juga bunuh diri. jika benar tuhan yang telah menciptakan mereka pun bisa mati. maka keberadaan mereka pun akan hilang untuk selamanya. tidakkah itu sama percumanya? tapi mereka juga sadar. sekian lama mereka mencoba untuk bersenang-senang dengan manusia, perasaan akan kesenangan dan sikap tinggi hati itu pun semakin mengurucut menjadi kebosanan yang tiada ujung. mereka semua lelah. sangat lelah. dan seandainya tuhan pun memenuhi janjinya mengenai akhir zaman, itu berarti mereka akan dikutuk dalam keabadian yang pedih dan penuh penderitaan di dalam neraka paling dalam untuk selama-lamanya. itu juga sama mengerikannya dengan segala macam kebosanan yang mereka alami selama ini. itulah kenapa, banyak dari mereka memandang iri dengan manusia. manusia bisa mati sesuka hati mereka dan bahkan masih mungkin untuk berada di surga. sementara mereka tahu, tak akan ada tempat bagi mereka untuk kembali lagi ke surga itu. setelah pemberontakan besar yang mereka lakukan, mereka semua nyaris tak lagi berpikir akan diterima di surga kembali. terlebih ketika Tuhan mengutuk mereka untuk meninggalkan surga selamanya-lamanya. waktu itu, banyak dari mereka yang memberontak pun tak percaya dan bersedih hati. mereka nyaris tak pernah bisa percaya, dan mau untuk percaya bahwa mereka kini menjadi makhluk yang paling menderita, sehebat, sekuat, secerdas dan serupawan apapun bentuk mereka. kenangan akan surga yang hilang benar-benar sangat menyakitkan. berabad-abad lamanya, mereka mencoba untuk menghilangkan kenangan akan keindahan berada di surga itu. dan kini, pemimpin mereka, sang putra fajar, Lucifer, meghendaki hal yang nyaris sama tak mungkinnya dengan pemberontakan yang dulu pernah mereka lakukan. membunuh tuhan yang menciptakan mereka? bahkan tuhan tak bergerak dari tempatnya sedikit pun dan mereka harus menahan malu kalah ditangan pasukan Michael.
pertemuan itu semacam sidang besar guna mengambil keputusan-keputusan yang selama ini harus mereka sepakati atau tolak. tapi kali ini, apa yang diutarakan Lucifer mengguncang kesadaran mereka bertubi-tubi. dalam waktu yang cukup lama, semua yang hadir tak berani mengangkat suara dan yang terdengar hanyalah bisikan-bisikan yang Lucifer pun sesungguhnya sudah tahu.
Lucifer pun kembali angkat bicara.
entah kalian suka atau tidak. keberadaan kita selama ini, jika kalian kembali mau untuk merenungkannya, hanyalah kesia-siaan. kita adalah mahkluk yang paling berada di jalan buntu. keabadian yang kita miliki dan kutukan tuhan terhadap kita semua, yang dengan sedih dan marah harus kita akui, lebih mengenaskan dari pada para manusia dan bahkan ciptaan yang paling sepele dan nyaris tak penting yang mengisi banyak tempat di bumi itu. kemana pun kita berada, segala arah wajah kita berpaling, adalah penderitaan dan kesedihan tanpa ujung. apa yang tersisa dari keberadaan kita? hanyalah kesakitan yang abadi.
Lucifer menghela nafas lalu diam sejenak.
kita semua adalah keberadaan yang percuma dan tanpa akhir. aku ingin mengakhiri kutukan yang kita alami selama ini. kalian boleh menyalahkanku karena menjerumuskan kalian dalam peperangan yang berakhir seperti ini. dan akhirnya, kalian bisa mencaci makiku sepuas yang kalian mau karena berpikir hal yang sama tak mungkinnya dengan dahulu yang pernah aku lakukan terhadap kalian semua. dan, aku ingin bertemu dengan Michael.
mendadak suasana kembali gempar dan bergemuruh. tapi tatap tajam mata Lucifer pun sudah mampu membuat mereka semua terdiam. apa boleh buat, dialah yang terkuat dan tak seorang iblis pun yang mampu melawannya. dan pada akhirnya, mereka pun setuju akan rencana Lucifer untuk berbicara dengan para malaikat walau mereka geram ketika nama Michael diucapkan oleh pemimpin mereka itu.
mereka pun akan merundingkan apa-apa yang masih mengganjal di hati mereka masing-masing di kemudian hari. untuk saat ini, mereka sudah cukup puas dengan hasil dari apa yang mereka hadiri walau ada perasaan sedih ketika masing-masing dari mereka meninggalkan ruang pertemuan.
membunuh tuhan, apa itu mungkin? gumam Mephistopheles dalam hati. ia langkahkan hidupnya dalam gontai menyusuri keabadian yang bagai tiada ujung dan terasa menyedihkan. ia pun akhirnya menangis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar