Jika kelak kamu gagal menyembuhkan hati, jiwa dan pikiranmu. Maka menyerahlah. Kematian lebih baik dari pada tak seorang pun yang mau menolong dirimu. Kita hidup seolah tak saling mengenal. Padahal kita hidup di tanah, desa, kota, dan negara yang sama. Kita semua bagaikan orang asing.
Minggu, 01 Mei 2016
DAN AKHIR PUN BERCERITA TENTANG
ingin aku ayunkan tanganku,
lalu terjatuh ke dalam mimpi.
tak pernah kembali.
seperti mata yang pelan mengatup
di kesunyian yang paling dalam.
menuju pada aku;
hening melenyap bisu.
**
pada akhirnya, kesepianlah yang mengakhiri hidup kita.
**
dan mungkin, kita bunuh diri karena bosan.
atau karena lupa, arti penting dari hidup.
**
dan akhir pun bercerita tentang;
kau, aku.
**
aku tak tahu, mengapa kita menjadi manusia.
**
kesedihan itu luka yang bergaung lirih.
saat kehilangan menyembunyikan kelelahan yang terakhir.
**
padamu aku merantau
dari kota ke kota
berjalan mengarungi yang berhenti.
mencoba mencari yang mungkin hilang
dari apa yang pernah ada di masa kecil
hantuhantu yang tertidur di kedalaman hati.
perasaanperasaan yang hanyut,
menenggelamkan sepi yang paling lelah
menunggu saat kaki tak mampu lagi berkisah.
keterasingan yang paling kejam dan dingin.
aku terus berjalan,
mengharapkan tangan dan sedikit senyuman
semua yang kutemui hanyalah diam dan pergi
lalu, akhirnya aku harus kembali
antara ingat dan lupa
aku menujumu.
kematianku
**
setiap pertemuan adalah perpisahan yang tertunda.
dan cinta adalah kebosanan yang disimpan sebentar;
pada akhirnya, yang satu pun ingin berhenti.
**
aku mencintaimu sedalam kau melukaiku.
**
kau bertanya padaku, apa artinya hidup.
aku pun bertanya padamu, apa artinya melanjutkan hidup.
dan kini kita pun saling bertanya, kenapa kita masih tetap hidup.
kita pun diam sejenak;
kapan kita memilih untuk mengakhiri hidup?
**
seekor rusa melompat dari jiwa yang sekarat pergi.
di sepucuk kekosongan, sang gagak diam menebus doa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar